Mengatasi Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah kelainan pada ginjal sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai organ ekskresi. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi fisiologis darah dan homeostatis tubuh. Untuk mengatasi gagal ginjal, sebaiknya dilakukan cuci darah (hemodialisis) atau transplantasi ginjal. Penyebab gagal ginjal yang utama adalah diabetes. Hipertensi dan cacat bawaan juga dapat menyebabkan gagal ginjal. Pada penyakit ginjal yang parah, ditemukan sejumlah besar almbumin di urine. Hal ini menyebabkan adanya busa atau gelembung-gelembung kecil urine yang akan menjadi cairan dan terkumpul di dalam tubuh, yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan pembengkakan disekitar pergelangan kaki. Jika berlangsung selama bertahun-tahun, perubahan ini akan mengakibatkan gagal ginjal.

Dialisis (renal replacement therapy) adalah salah satu dari dua cara terapi untuk mengatasi gagal ginjal. Cara yang lebih lama dilakukan adalah hemodialisis, darah dicuci didallam sebuah mesin khusus sebanyak tiga kali seminggu. Dialisis yang leboh modern dikenal dengan nama CAPD ( Chronic ambulatory peritoneal dialysisi), proses pencucian darah di dalam dan diluar perut sebanyak 3-4 kali sehari. Keuntungan dari CAPD adalah cara ini dapat dikerjakan atau dilaksanakan dirumah dan tidak memerlukan alat canggih. Orang yang menderita diabetes tampaknya sangat baik atau cocok mempelajari metode ini karena lebih sederhana dan lebih murah dari hemodialisis,

Transplantasi atau pencangkokan ginjal untuk mengatasi gagal ginjal dapat dilakukan, tetapi permasalahannya adalah persediaan ginjal yang cocok sangat terbatas atau sulit mencatri donor ginjal. Persediaan ginjal bisa diperoleh dari orang yang meninggal karena kecelakaan atau dari salah satu anggota keluarga yang bersedia menjadi donor ginjal. Seseorang yang normal (sehat) tetap dapat menjalani hidup dnegan baik dengan satu ginjal, walaupun sedikit lebih rentan terhadap penyakit.

 

Pelaksanaan transplantasi atau cangkok ginjal dalam mengatasi gagal ginjal sebenarnya adalah suatu terapi definitive yang paling tepat dan idela unutk melaksanakan suatu keadaan gagal ginjal yang sangat berat. Hingga kini, pasien yang menjalani cangkok ginjal di Indonesia hanya berkisar antara 500 pasien saja. Prinsip pelaksanaan terapi cangkok ginjal adalah pencangkokan ginjal yang sehat ke dalam tubuh pasien. Ginjal sehat tersebut bisa didapatkan dari donor manusia yang sehat dan masih hidup atau bisa juga dari donot yang baru saja meninggal. Permasalahan yang paling sering dihadapi dalam cangkok ginjal adalah adanya reaksi penolakan dari tubuh pasien resipien terhadap ginal baru yang dicangkokkan ke dalam tubuhnya. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya harus dipilih ginjal yang paling minimal.

Gagal ginjal yang dapat memerlukan dialysis, merupakan perkembangan yang jarang. Bila ada, dosisi obat-obat antimalaria yang diberikan tidak boleh melebiihi sepertiga dosisi konvensional sampai pasien terhidrasu, keluar dari syok, dan kencing, kuinin dan primakuin dikontradiksikan bila terdapat hemoglobinurina. Penggunaan yang bijaksana klorokuin atauu amodiakuin adalah unutk parasitemia berat.

 

Posted in Penyakit Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik atauu penyakit ginjal tahap akhir (ESRD/PGTA) adalah penyimpangan progresif, fuungsi ginjal yang tidak dapat pulih dimana kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolic dan cairan dan elektrolit mengalami kegagalan, yang mengakibatkan uremia. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh gloerulosnefritis kronis;pielo nefritis; hipertensi tak terkontrol; lesi herediter seperti pada penyakit polikistik; kelainan vascular; obstruksi saluran perkemihan, penyakit ginjal sekunder akibat penyakit sistemik (diabetes; infeksi; obat-obatan; atau preparat toksik. Preparat lingkungan dan okupasi yang telah menunjukkan mempunyai dampak dalam gagal ginjal kronik termasuk, timah, cadmium, merkuri, dan kromium. Pada akhirnya dialysis atau transplantasu ginjal diperlukan untuk menyelamatkan pasien.

Pasien pada penyakit gagal ginjal kronik akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala keprahan kondisi bergantung pada tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang mendasari dan usia pasien.

  1. Manifesttasi kardiovaskular, hipertensi, gagal ginjal kogestif, edema pulmonal, perikardis.
  2. Gejala-gejala demratologis ; gatal-gatal hebat (pruritus), serangan uremik tidak umum karena pengobatan dini dan agresif.
  3. Gejala-gejala gastronintestinal, anoreksi, mual, muntah dan cegukan, penurunan aluran saliva, haus, rasa kecap logam dalam mulut, kehilangan kemampian penghidu dan pengecap, dan parotitis atau stomatitis.
  4. Perubahan neuromuscular, perubahan tingkat kesadaran, kacau mental, ketidakmampuan berkonsentrasu, kedutan otot dan kejang.
  5. Perubahan hematologis, kecenderungan pendarahan
  6. Keletihan danletargik, sakit kepala dan kelemahan umum
  7. Pasien secara bertahap akan lebih mengantuk, karakter pernapasan menjadi Kussmaul, dan terjadi koma dalam, sering dengan konvulsi (kedutan mioklonik) atauu kedutan otot.

Tujuan dari penatalaksanaan gagal ginjal kronik adalah untuk mengembalikan fungsi ginjal dan mempertahankan homeostatis selama mungkin. Semua faktor yang menunjang PGTA dan yang faktor penunjang yang dapat pulh (mis. Obstruksi) diidentifikasi dan diatasi.

  1. Intervensi diet diperlukan dengan pengaturan yang cermat terjadap masukan protein, maksukan cairan untuk menyeimbangkan kehilangan cairan. Masukan natrium, dan pembatasan kalium.
  2. Patikan masukan kalori dan suplemen vitamin yang adekuat.
  3. Batasi protein karena kerusakan klirens ginjal terhadap urea, kreatinin, asam urat, dan asam organic. Masukan protein yang diperbolehkan harus tinggi kandungan biologisnya, produk yang berasal dari susu, telur, daging.
  4. Cariran yang diperbolehkan adalah 500-600 ml atau lebih dari haluaran urine 24 jam.
  5. Atasi hiperfosfatemia dan hipoklasemia dengan antacid mengandung alumunium karbonat, keduanya harus diberikan dengan makanan.
  6. Suplai kalori dengan karbohidrat dan lemak untuk mencegah pelisutan otot.
  7. Berikan suplemen vitamin
  8. Tangani hipertensi dengan control volume intravaskular dan obat anti hipersensitif.
  9. Atasi gagal jantung kongestif dan edema pulmonal dengan pembatasan cairan, diet rendag natrium, diuretic, preparat inotropik (mis, digitalis atau dobutamin), dan dialysis.
  10. 10.
Posted in Penyakit Gagal Ginjal | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Apabila hanya 10% dari ginjal yang berfungsi, pasien dikatakan sudah sampai pada penyakit ginjal end-stage renal disease (ESRD) atau penyakit ginjal tahap akhir. Awitan gagal ginjal mungkin akut, yaitu berkembang sangat cepat dalam beberapa jam atau dalam beberapa hari. Gagal ginjal juga dapat kronik, yaitu terjadi perlahan dan berkembang perlahan, mungkin dalam beberapa tahun. Gagal ginjal akut (acute renal failure, ARF) adalah penurunan fungsi ginjal tiba-tiba ditentukan dengan peningkatan kadar BUN dan kreatinin plasma. Haluaran urine dapat kurang dari 40 ml per jam (oliguria), tetapi mungkin juga jumlahnya normal atau kadang-kadang meningkat. ARF dibagi sesuai etiologinya, yaitu prerenal, intrarenal atau intrinsic, dan postrenal.

Sekitar 55-70% kasus ARF atau gagal ginjal akut mempunyai etiologi prerenal yang disebabkan oleh penurunan volume intravascular (hipolovemia), kurangnya curah jantung, atau gagal vascular akibat vasoliditas. Sekitar 25-40% kasus ARF mempunyai etiologi gagal intrarenal, gagal intrarenal disbabkan kerusakan jaringan ginjal, termasuk nekrosis tubular, nefrotoksisitas, dan perubahan sirkulasi darah ginjal. Gagal postrenal (sekitar 5%) disebabkan obstruksi urine diantara ginjal dan meatus uretra.

Sindrom gagal ginjal akut ini sering ditemukan lewat peningkatan kadar kreatinin, ureum serum, disertai dengan penurunan output urin. Gejala dari gagal ginjal akut termasuk hal-hal menjadi faktor pencetus (misalnya syok, sepsis) dan hal-hal yang merpakan akibat dari gagal ginjal itu sendiri seperti kelebihan cairan, mual, malaise, dan ensefalopati. Insidensi tahunan gagal ginjal akut dinegara-negara berkembang adalah 180 kasu/1.000.000. penyebab dari gagal ginjal akut secara konvensional dibagi menjadi prarenal, renal, dan pascarenal.

Prarenal
Ginjal membutuhkan tekanan perfusi yang adekuat agar bisa berfungsi secara normal. Hal ini tergantung datri tekanan darah sistemik yang harus mencakup tinggi dan kemampuan kontriksi dari arteriol aferen. Jika salah dsati dari hal ini terjadi, baik penurunan yang sangat rendah dari tekanan darah (peyebab tersering) atau dilatasi berlebih bdari arteriol eferen, perfusi glomerulus akan menurun dan terjadi gagal ginjal. Gagal ginjal prarenal biasnaya timbul pada pasien-pasien yang sakit berat. Ada beberapa gangguan sistemik yang serinh menyebabkan  terjadinya hipoperfusi renal yang cukup berat sehingga terjadi gagal ginjal, seperti :

  1. Hipolovemia karena pendarahan, diare berat, atau muntah.
  2. Syok kardiogenik
  3. Sepsis

Renal
Banyak penyebab gagal ginjal merupakan penyakit yang menyerang ginjal itu sendiri. Hal-hal tersebut masuk glomerulonefritis, vaskulitis, obat-obatan yang berisfat nefrotoksik, rabdomiolisis, nefrtis, interstisial, sindrom hemolitik/uremik, dan myeloma.

Pascarenal
Obstruksi saluran kemih dapat muncul pada lokasi sepanjang saluran kmeih dan menyebabkan gagal ginjal.

 

Posted in Penyakit Gagal Ginjal | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal merupakan suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan yang akhirnya tidak mampu bekerja secara optimal dengan ginjal yang tidak berfungsi dalam menyaring dan membuang elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi urine. Penyakit gagal ginjal umumnya banyak dialami oleh mereka yang berusia dewasa dan lanjut usia.

Terjadinya penyakit gagal ginjal timbul akibat dari beberapa penyakit terdahulu yang diderita oleh tubuh secara perlahan kemudian mengarah pada komplikasi yang berdampak pada kerusakan ginjal. Beberapa penyakit yang diketahui memiliki dampak pada rusaknya ginjal, seperti :

1. Penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)
2. Penyakit diabetes mellitus
3. Adanya sumbatan pada saluran kemiih (batu kemih, tumor, penyempitan saluran kemih)
4. Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
5. Menderita penyakit kanker (cancer)
6. Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
7. Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Apabila penyakit gagal ginjal tidak segera diatasi akan menimbulkan penyakit komplikasi baru seperti :

- Banyak kehilangan cairan secara mendadak, seperti muntaber, perdarahan, luka bakar dll.

- Penyakit paru-paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, dan Amiloidosis

Penyakit gagal ginjal akan semakin meningkatkan keadaan yang semakin buruk dimana ginjal tidak lagi mampu bekerja dengan optimal. Dalam dunia medis dikenal dengan 2 macam penyakit gagal ginjal yakni gagal akut dan kronik.

Posted in Penyakit Gagal Ginjal | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Penyakit gagal ginjal dapat menyerang siapa saja yang dikehendaki, tanpa terkecuali pria atau wanita tanpa melihat status sosial ekonomi. Penyakit gagal ginjal pada umumnya tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali dan disebut sebagai gejala dari gagal ginjal, gejala gagal ginjal ditandai oleh seringnya buang air kecil, namun banyak orang tidak memahami gejala tersebut benar atau tidaknya dari gejala gagal ginjal.

Untuk memastikan mengalami gejala atau tidak dari gagal ginjal perlu dilakukan suatu pengamatan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengenali penyakit gagal ginjal.

Penyakit gagal ginjal

Berikut ini gejala umum dari penyakit gagal ginjal yang mungkin dapat diwaspadai gejalanya, seperti :

1. Jumlah atau volume air kemih yang dikeluarkan lebih sedikit dari yang biasanya.

2. Urine yang berubah warna, berbusa dan sering bangun malam untuk berkemih.

3. Sering mengalami bengkak di kaki, pergelangan tangan, muka. Hal tersebut disebabkan oleh ginjal yang tidak dapat membuang air kemih dengan sempurna.

4. Sering merasakan cepat lelah, capek yang diakibatkan oleh kotoran dan air kemih tidak terbuang oleh ginjal.

5. Beberapa diantaranya mengalami sesak napas, akibat air menumpuk di paru-paru. Banyak orang sering menyalah artikan keadaan ini sebagai gejala dari penyakit asam atau gejala sakit jantung.

6. Napas berbau karena sistem metabolisme dan ginjal tidak dapat bekerja optimal dalam mencerna makanan dan membuang sisa makanan, sehingga gas dari sisa makanan menumpuk di dalam perut.

7. Sering merasakan pegal pada bagian punggung

8. Gatal-gatal terutama pada bagian kaki

9. Penurunan nafsu makan disertai rasa mual ingin muntah

Posted in Penyakit Gagal Ginjal | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Gagal Ginjal

Gagal ginjal adalah hilangnya fungsi ginjal. Karena ginjal memiliki peran vital dalam mempertahankan homeostasis, gagal ginjal menyebabkan efek sistematik multipel.

Karena ginjal merupakan pengatur utama keseimbangan cairan dan elektrolit, gagal ginjal baik akut atau kronik dapat menimbulkan banyak gangguan dalam keseimbangan cairan dan elektrolit.

Ginjal memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia dan merupakan organ tubuh yang sangat vital. Ginjal memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh manusia, sebagai :

1. Pengatur keseimbangan air dan elektrolit. Ginjal memainkan peranan penting dalam pengaturan ion natrium (Na+), ion kalium (K+), ion kalsium (Ca2+), ion klorida (CI), ion fosfat (PO43) dan ion birkarbonat (HCO3).

2. Mempertahankan keseimbangan asam basa melalui ekskresi H+ dan regenerasi HCO3. Karena setiap ion hidrogen bergerak ke dalam tubulus ginjal untuk dieksresikan, maka dibentuk ion birkarbonat dan dikembalikan ke cairan ekstraselula (CES).

3. Ekskresi sampah metabolik (y.i. urea, asam urat, kretinin dan toksin yang tidak diketahui).

Posted in Penyakit Gagal Ginjal | Tagged , , , , , | Leave a comment