Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik atauu penyakit ginjal tahap akhir (ESRD/PGTA) adalah penyimpangan progresif, fuungsi ginjal yang tidak dapat pulih dimana kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolic dan cairan dan elektrolit mengalami kegagalan, yang mengakibatkan uremia. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh gloerulosnefritis kronis;pielo nefritis; hipertensi tak terkontrol; lesi herediter seperti pada penyakit polikistik; kelainan vascular; obstruksi saluran perkemihan, penyakit ginjal sekunder akibat penyakit sistemik (diabetes; infeksi; obat-obatan; atau preparat toksik. Preparat lingkungan dan okupasi yang telah menunjukkan mempunyai dampak dalam gagal ginjal kronik termasuk, timah, cadmium, merkuri, dan kromium. Pada akhirnya dialysis atau transplantasu ginjal diperlukan untuk menyelamatkan pasien.

Pasien pada penyakit gagal ginjal kronik akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala keprahan kondisi bergantung pada tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang mendasari dan usia pasien.

  1. Manifesttasi kardiovaskular, hipertensi, gagal ginjal kogestif, edema pulmonal, perikardis.
  2. Gejala-gejala demratologis ; gatal-gatal hebat (pruritus), serangan uremik tidak umum karena pengobatan dini dan agresif.
  3. Gejala-gejala gastronintestinal, anoreksi, mual, muntah dan cegukan, penurunan aluran saliva, haus, rasa kecap logam dalam mulut, kehilangan kemampian penghidu dan pengecap, dan parotitis atau stomatitis.
  4. Perubahan neuromuscular, perubahan tingkat kesadaran, kacau mental, ketidakmampuan berkonsentrasu, kedutan otot dan kejang.
  5. Perubahan hematologis, kecenderungan pendarahan
  6. Keletihan danletargik, sakit kepala dan kelemahan umum
  7. Pasien secara bertahap akan lebih mengantuk, karakter pernapasan menjadi Kussmaul, dan terjadi koma dalam, sering dengan konvulsi (kedutan mioklonik) atauu kedutan otot.

Tujuan dari penatalaksanaan gagal ginjal kronik adalah untuk mengembalikan fungsi ginjal dan mempertahankan homeostatis selama mungkin. Semua faktor yang menunjang PGTA dan yang faktor penunjang yang dapat pulh (mis. Obstruksi) diidentifikasi dan diatasi.

  1. Intervensi diet diperlukan dengan pengaturan yang cermat terjadap masukan protein, maksukan cairan untuk menyeimbangkan kehilangan cairan. Masukan natrium, dan pembatasan kalium.
  2. Patikan masukan kalori dan suplemen vitamin yang adekuat.
  3. Batasi protein karena kerusakan klirens ginjal terhadap urea, kreatinin, asam urat, dan asam organic. Masukan protein yang diperbolehkan harus tinggi kandungan biologisnya, produk yang berasal dari susu, telur, daging.
  4. Cariran yang diperbolehkan adalah 500-600 ml atau lebih dari haluaran urine 24 jam.
  5. Atasi hiperfosfatemia dan hipoklasemia dengan antacid mengandung alumunium karbonat, keduanya harus diberikan dengan makanan.
  6. Suplai kalori dengan karbohidrat dan lemak untuk mencegah pelisutan otot.
  7. Berikan suplemen vitamin
  8. Tangani hipertensi dengan control volume intravaskular dan obat anti hipersensitif.
  9. Atasi gagal jantung kongestif dan edema pulmonal dengan pembatasan cairan, diet rendag natrium, diuretic, preparat inotropik (mis, digitalis atau dobutamin), dan dialysis.
  10. 10.

=====================================

>>> Xamthone Plus Membantu Pengobatan Penyakit Ginjal, Lihat Testimoni Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Gagal Ginjal and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>